Indah Layani 80 Pengungsi Korban Bencana di Rujab Bupati Luwu Utara

MASAMBA, TEKAPE.co– Isak tangis dan haru tetiba pecah saat 80 pengungsi korban bencana Palu dan Donggala tiba di Rumah Jabatan Bupati Luwu Utara, Senin (3/10), pukul 18.30 wita. Para pengungsi yang sebagian besar berasal dari Luwu Utara, Luwu dan Palu itu disambut Bupati Indah Putri Indriani. Nampak wajah orang nomor satu di Luwu Utara menyiratkan kesedihan yang mendalam saat memperhatikan satu per satu wajah para pengungsi.

Dengan naluri keibuan dan kelembutan seorang wanita, Indah Putri Indriani, langsung menyalami sekaligus melayani mereka satu per satu. Nasi kotak ia bagikan dengan senyum, tapi penuh haru. “Berhari-hari hidup di pengungsian, Alhamdulillah, Tim Relawan Gabungan Pemda Luwu Utara dan Polres Luwu Utara berhasil mengevakuasi para korban untuk dibawa kembali ke Luwu Utara.” ujar Indah Putri Indriani.

Indah ini berharap, jamuan makan malam bersama dengan para pengungsi korban bencana gempa dan tsunami, bisa sedikit mengembalikan kondisi fisik dan stamina mereka setelah berhari-hari hidup dalam ketakutan dan kecemasan disertai ancaman gempa susulan yang masih saja kerap terjadi di wilayah Palu dan sekitarnya. “Kita berharap akan kembali terukir senyum-senyum di wajah mereka pasca bencana tsunami yang menyapu tempat tinggal mereka di sana,” harap isteri Muhammad Fauzi ini. (LH/ZV/HMS)

Doa Bersama Siswa SMPN 4 Masamba, Indah Berurai Airmata

Masamba — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, tak dapat menahan airmatanya saat ustadz Dullah Bingkasa memimpin doa untuk korban bencana di Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (4/10), di Pelataran SMPN 4 Masamba. Pun saat Indah memberikan sambutan di hadapan 700-an siswa dan guru yang ikut dalam acara Doa Bersama Peduli Korban Bencana di Sulawesi Tengah.

Dengan air yang masih tergenang di kedua kelopak matanya, Indah Putri Indriani berujar bahwa zikir dan doa yang dilakukan adalah bagian dari upaya memberikan doa keselamatan bagi para korban bencana di Sulawesi Tengah. “Pagi ini kita berzikir dan berdoa, memohon ampunan Allah, semoga kita dalam perlindunganNya, sekaligus mengirimkan doa untuk saudara kita yang sedang diuji, khusunya di Palu, Sigi dan Donggala,” ujar Indah.

Indah dengan mata yang sembab juga mengatakan, bahwa cara terbaik memberikan dorongan semangat kehidupan kepada para korban, selain dengan bantuan berupa barang, juga dengan mengirimkan doa-doa terbaik. “Jika mereka diuji dengan musibah, maka kita sebenarnya juga diuji, tapi yang diuji adalah rasa kepedulian kita, rasa kemanusiaan kita, tentunya melalui doa-doa, bukankah doa itu menguatkan,”  terang Indah.

“Semoga dengan doa-doa yang kita panjatkan pagi ini menjadi asbab mereka yang sudah berpulang mendapat ampunan dari Allah Swt, dan yang masih hidup diberi kekuatan, kesabaran dan kemampuan untuk melewati masa-masa yang sulit ini,” ujarnya menambahkan. Ia juga berharap, apa yang dilakukan SMPN 4 Masamba, dapat diikuti di sekolah yang lain. “Semoga ini juga dapat dilakukan di sekolah yang lain,” harap Indah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Jasrum, dalam sambutannya mengapresiasi apa yang dilakukan SMPN 4 Masamba. “Terima kasih kepada para guru dan siswa yang pada hari ini melaksanakan suatu rangkaian acara yang sungguh sangat luar biasa. Ini menandakan bahwa kita di sini masih memiliki kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Palu, Sigi dan Donggala,” ucap Jasrum.

Kepala SMPN 4 Masamba, Marupi, mengungkapkan ihwal terlaksananya kegiatan doa bersama ini. Menurutnya, doa bersama diinisiasi oleh OSIS yang pada saat gempa dan tsunami terjadi tergerak memberikan bantuan kepada korban. “Hari ini kita buktikan bahwa mereka punya kepedulian terhadap saudara-saudara kita di sana. Begitu terjadi bencana, OSIS langsung menghadap ke saya untuk melakukan kegiatan doa bersama,” ungkapnya. (LH/HMS)

Forbik Luwu Utara GassFull Bawa Bantuan ke Palu dan Donggala

Masamba — Tim Forum Biker (Forbik) Kabupaten Luwu Utara, pagi ini berangkat (gassfull) membawa bantuan menuju Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Pengemasan logistik dan pakaian baru dan pakaian bekas layak pakai, telah rampung diangkut di mobil tadi malam.

Ketua Forbik Luwu Utara, Syahruddin, mengatakan, sumbangan masyarakat Luwu Utara dan Komunitas Biker yang dikumpulkan selama tigas hari dari beberapa kecamatan di Posko Induk Forbik Solidaritas Peduli Palu dan Donggala. “Alhamdulillah, kemarin kita istirahatkan dulu pengumpulan bantuan, sebab bantuan yang terkumpul sekarang sudah mendesak untuk dibawa ke Palu dan Donggala” ujar Syahruddin.

Banyaknya bantuan yang mengalir dari masyarakat membuktikan bahwa masyarakat Luwu Utara sangat peduli dan prihatin dengan bencana yang terjadi di Palu dan Donggala. “Terus terang, kami kewalahan menerimanya. Yang menjadi persoalan, armadanya ini susah kami dapatkan, sehingga jika ada bantuan masyarakat yang masuk, kami arahkan untuk dititip di posko Polres, Pemda dan beberapa komunitas yang menggalang bantuan kemanusiaan,” jelasnya.

Sebanyak 2 mobil dan dikawal beberapa motor, para Biker ini berkumpul dan berdoa bersama yang dipandu oleh Ketua Forbik sesaat sebelum meninggalkan Posko Induk Forbik Solidaritas Peduli Palu dan Donggala. “Nantinya kami akan bergabung dengan bantuan Pemda yang berangkat kemarin sore di Poso. Mohon doa keselamatan agar kami tiba dengan selamat di lokasi bencana,” harap pria yang akrab disapa Ucok ini. (LH)

Satpol PP Luwu Utara Distribusi Bantuan di Petobo

Palu — Menyebut Petobo, bayangan langsung tertuju pada sebuah kawasan pemukiman di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah yang hilang “ditelan bumi” pascagempa bumi bermagnitudo 7,4 skala richter yang memicu gelombang tsunami. Rumah, termasuk manusia, terisap tanah dan tertutup lumpur. Akibatnya, banyak korban hilang dan belum ditemukan.

Di kelurahan inilah para armada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Luwu Utara melakukan kegiatan pendistribusian logistik makanan, minuman, pakaian, dan bantuan lainnya, termasuk pendistribusian air bersih ke kamp pengungsi. Hal ini diungkap Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Aspar Syafar, Kamis (4/10), di Kelurahan Petobo.

“Pagi ini kami juga melakukan pembagian bantuan ke masyaralat di wilayah Petobo,” ucap Aspar. Selain membagikan bantuan logistik, Satpol PP Luwu Utara juga menyisir beberapa titik di Petobo untuk melakukan pencarian korban. “Kami juga berusaha mencari keluarga pak Sakaruddin yang hingga saat ini belum ditemukan,” terangnya. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *