MASAMBA, TEKAPE.co — Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Luwu Utara mencatat jumlah produktifitas Kelapa Sawit di tahun 2016 hampir mencapai angka 24 ribu kg per hektarenya.
Sementara jumlah produksi Kelapa Sawit dari total 12 kecamatan yang tersebar di Luwu Utara mencapai 335 ton pertahun. Jumlah yang tinggi mengingat standar produksi yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pertahunnya adalah 28 kg perhektar.
Kepala Seksi Produksi Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Luwu Utara, Murdin Todewi, mengatakan, dari 24 Labupaten/Kota di Sulawesi Selatan, Luwu Utara adalah salah satu produsen kelapa sawit terbesar.
“Hanya saja masih ada sejumlah kendala yang membuat Kelapa Sawit Luwu Utara belum mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia, baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” ungkap Murdin kepada Tekape.co, Selasa 17 Oktober 2017.
Selain itu, kata Murdin, pasokan pupuk yang terbatas membuat produksi kelapa sawit Luwu Utara masih belum melampaui standar produksi yang ada.
“Pemerintah saat ini sedang menjajaki kerjasama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang berkedudukan di Medan, Sumatera Utara, dalam rangka memperbaiki kualitas pembibitan Kelapa Sawit di kalangan Petani Luwu Utara,” tambah Murdin saat di Rumah Jabatan Wakil Bupati Luwu Utara Muh Thahar Rum.
Menurutnya, selain Kelapa Sawit Luwu Utara juga sedang mengembangkan Potensi Kakao miliknya. Kakao sendiri menjadi salah satu komoditi unggulan yang nantinya diharapakan dapat menjadikan Luwu Utara sebagai Pusat Pengembangan Kakao di Timur Indonesia.
“Tercatat ada sekitar 38 ribu hektar lahan Kakao yang tersebar di Kabupaten Luwu Utara dengan angka produksi mencapai 26 ribu ton pertahun,” tutupnya. (put/hms)












