Ada apa proses perpanjangan HGU PT Sri Rahayu Agung ?

banner 468x60

BelaNegaraNews.id, Serdang Bedagai | Proses perpanjangan HGU PT Sri Rahayu Agung terkendala hingga saat ini. Perkebunan tersebut yang terletak di Desa Kotarih Kecamatan Kotarih Kabupaten Serdang Bedagai memiliki luas 2.110,36 hektar sesuai surat nomor 64/HGU/DA/88,hingga saat ini memiliki masalah dengan masyarakat Bahisam dan masyarakat Batu Masagi yang belum terselesaikan hingga saat ini. (6/7/2021)

Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor :64/HGU/DA/88 tentang pemberian hak guna usaha atas nama PT Sri Rahayu Agung, Medan seluas 2.110,36 hektar diluluskan menjadi 2.108.36 hektar dengan ketentuan areal yang dipergunakan untuk kantor polisi, kantor camat, perumahan  Kantor Urusan Agama, SD Inpres, Puskesmas, serta balai umum dengan luas keseluruhan kurang lebih 2 hektar yang di keluarkan dari areal kebun dan berakhirnya HGU tersebut pada tanggal 31 Desember 2013.

Sesuai Surat Bupati Nomor : 18.14/663/332/2021tertanggal 18 Januari 2021 hal dukungan pengembalian lahan PT Sri Rahayu Agung yang HGU sudah berakhir Desember 2013. Dan surat  DPRD Kabupaten Serdang Bedagai Nomor : 170/593 8/1210/2020 tertanggal 14 Desember 2020 juga mendukung pengembalian lahan PT Sri Rahayu Agung yang HGU sudah berakhir Desember 2013.

Serta Surat Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia Repulblik Indonesia Nomor : HAM2-HA.01.01-146 tertanggal 7 September 2018,dan nomor : HAM.2HA.01.02-240 tertanggal 9 Agustus 2019 serta Surat Nomor : HAM.2.HA.02-55 tarnggal 26 Maret 2021 sesuai surat dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia perihal pengarahan penyelesaian terhadap masyarakat dan perusahaan namun hingga saat ini arahan tersebut juga tidak berjalan pada semestinya.

Saat media konfirmasi ke kantor BPN Kabupaten Serdang Bedagai Sabirin mengatakan “Memang benar HGU PT Sri Rahayu Agung telah berakhir sejak 2013 dan masih proses perpanjang HGU” ungkapnya

Namun untuk pembuktian berkas yang di ajukan PT Sri Rahayu Agung untuk dapat ditunjukan kepada media, pihak BPN Kabupaten Serdang Bedagai melalui Sabirin tidak bisa menunjukan berkas tersebut. Disinyalir berkas PT Sri Rahayu Agung tidak bisa di lengkapi ataupun tidak ada sama sekali, tetapi mengapa PT Sri Rahayu Agung masih melakukan replanting dan beroperasi di atas HGU yang telah berakhir, dengan cepat Sabirin menjawab “Itu bukan kewenangan kami”.

Lalu dimanakah sebenarnya BPN Kabupaten Serdang Bedagai berdiri untuk menjadi poros tengah permasalahan sengketa lahan yang terus menjadi konflik di tengah masyarakat dan PT Sri Rahayu Agung ? (Team)

SHARE :
Banner IDwebhost
banner 468x60
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ada apa proses perpanjangan HGU PT Sri Rahayu Agung ?"