MALILI, TEKAPE.co – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyatakan dukungan penuh terhadap pengusulan nama Andi Nyiwi Opu To Malebbi sebagai Pahlawan Nasional.
Menurutnya, perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan tokoh asal Malili itu dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada 1945–1946 merupakan teladan yang patut dikenang dan diteladani.
“Peran dan kontribusi Andi Nyiwi sangat besar bagi bangsa. Sudah selayaknya beliau mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Irwan, Selasa 23 September 2025.
Wujud dukungan ini juga, Pemkab Luwu Timur telah menggelar Seminar Pengusulan Gelar Pahlawan untuk Andi Nyiwi di Wisma Trans Malili, Rabu (17/09/2025).
Bupati mengatakan, dukungan terhadap pengusulan gelar ini tidak hanya sebatas simbol penghargaan, tetapi juga bentuk penghormatan atas semangat patriotisme dan keberanian Andi Nyiwi dalam melawan penjajahan, meski menghadapi keterbatasan.
“Semangat juang beliau adalah warisan berharga bagi generasi kita hari ini. Saya mengajak seluruh masyarakat Luwu Timur, khususnya generasi muda, untuk mendukung dan meneladani nilai-nilai keberanian, kerendahan hati, dan cinta tanah air yang beliau tunjukkan,” tambahnya.
Pengusulan gelar ini semakin kuat dengan adanya beberapa hasil penelitian akademis dan buku.
Salah satunya ada Tesis Riska T dari Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (2025) mengungkap bagaimana Andi Nyiwi yang menjabat sebagai Ketua Partai Rakyat Indonesia (PRI) di Malili, memimpin strategi perlawanan terhadap tentara NICA melalui blokade di Ongkona, Cerekang, dan Ussu.
Meski akhirnya ditangkap dan ditahan oleh NICA, perjuangan Andi Nyiwi meninggalkan jejak penting dalam sejarah Luwu dan Indonesia.
Nilai yang ia pegang teguh, yaitu Toddo Puli Temmalara (berani dan setia kepada negara, tidak tergoyahkan oleh godaan kekuasaan maupun kekayaan), menjadi prinsip hidup yang relevan hingga kini.
Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap dukungan masyarakat dapat memperkuat langkah pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Andi Nyiwi Opu To Malebbi, sekaligus menghidupkan kembali semangat patriotisme di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. (ads)












