Empat Orang Terdakwa Penggelapan dan Penipuan Di Vonis Hukuman Sesuai Perannya

Banner IDwebhost

Surabaya | BNNES – Dugaan penggelapan dan penipuan dengan empat terdakwa disidangkan ke Pengadilan Negeri ( PN ) Surabaya, Mereka mengakui telah melakukan perbuatan melanggar hukum.

Keempat terdakwa ini adalah Moch. Effendi, Nasrudin, Junias Sam Marsono dan Iwan Kusdiyar Roy.

Dalam persidangan yang telah dilaksanakan, terdakwa Junias Sam Marsono mengakui kalau perbuatan yang dilakukan merupakan tanggung jawabnya.

Beliau juga menegaskan, tidak pernah melibatkan istrinya Isma’ilah alias putri yang disebut – sebut terlibat dalam perkara ini.

Keterangan terdakwa ini sesuai dengan keterangan yang diberikan tetangganya bernama Rina.

Ia mengatakan, terdakwa ( Junias Sam Marsono ) dengan istrinya Isma’ilah sedang bertengkar tiga bulan lalu.

Hingga, istri terdakwa pergi dari rumah karena ada perselisihan pendapat.

“Memang bertengkar, istrinya kabur dari rumah,” kata Rina, tetangga terdakwa di Pengadilan Negeri ( PN ) Surabaya.

Sementara dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Siska Christina dari Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Tanjung Perak Surabaya, mendakwa keempat terdakwa sesuai dengan perannya masing – masing.

Terdakwa Iwan Kusdiyar Roy, Moch. Effendi dan Nasrudin didakwa telah melakukan tindak pidana penadahan atau sebagaimana diatur dalam pasal 480 ke – 1 KUHP Juncto pasal 65 ayat ( 1 ) KUHP.

“Terdakwa Junias Sam Marsono didakwa telah melanggar pasal 378 KUHP,” katanya.

Dengan dakwaan itu, terdakwa mengerti dan siap mempertanggungjawabkan semua resiko yang dilakukan.

Sementara, saksi korban Hok Ek mengaku mengenal lama terdakwa Junias yang bekerja sebagai pemilik rental mobil.

“Saya sudah kenal lama dengan mas Jun (Junias), Setahu saya dia memang kerja rental mobil,” kata Hok.

Lanjut Hok, pada awalnya pembayaran dari Junias berjalan lancar, meskipun tidak penuh.

Selanjutnya tiba – tiba tidak ada pembayaran lagi kepada mereka.

Setelah di telusuri, mereka mendapat kabar bahwa mobil mereka digadaikan oleh Junias.

“Saya dapat kabar kalau mobil saya digadaikan. Tapi saya tidak tahu digadaikan ke siapa,” ujar Reza salah satu korban yang mengaku merentalkan 2 unit mobilnya kepada Junias.

Dengan kejadian ini, para saksi mengaku mengalami kerugian karena belum dibayar oleh terdakwa sekitar Rp.10 – 20 juta.

Kerugian tersebut dihitung dari lamanya mobil direntalkan dengan harga perhari berkisar 250 – 300 ribu.

Disisi lain, saksi Suyitno dan Darmaji, mengaku tidak tahu menahu atas kasus ini, Mereka mengatakan hanya sebagai atas nama pemilik mobil dari para korban.

“Saya cuma atas nama mobil aja, Saya tidak tahu kalau mobil itu digelapkan,” ungkapnya. (Slmt/Nang)

Banner IDwebhost
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Empat Orang Terdakwa Penggelapan dan Penipuan Di Vonis Hukuman Sesuai Perannya"