Garda Bela Negara Nasional Kota Gunungsitoli Nilai Pembangunan Pedestrian Gua Togindrawa Tidak Sesuai Perencanaan

banner 468x60

 

Gunungsitoli, BelaNegaraNews,

Dewan Pimpinan Cabang Garda Bela Negara Nasional (GBNN) Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara menilai pembangunan jalur pejalan kaki atau pedestrian di kawasan objek wisata Gua Togindrawa yang terletak di Desa Lolowonu Niko’otano Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, disinyalir tidak sesuai perencanaan.

Ketua Garda Bela Negara Nasional Kota Gunungsitoli, Siswanto Laoli dalam keterangannya mengatakan bahwa pada proses pembangunan pedestrian dengan pagu dana 900 juta rupiah lebih bersumber dari APBD Kota Gunungsitoli tahun anggaran 2020 tersebut menurutnya saat melakukan on the spot dilapangan, pada pekerjaan tersebut tidak dilakukan pembersihan lokasi sebelum memulai pembangunan.

“Nyata terlihat saat dilapangan, ditengah bangunan ada beberapa pohon karet sedang berdiri dan kayu lainnya yang berdiri disamping bangunan yang sudah terpasang batu. Resiko dari pohon karet dan kayu yang ada di dekat pekerja itu pasti akan membuat umur bangunan tersebut tidak bertahan lama, karena diakibatkan oleh akar pohon kayu yang ada. Sementara biaya pembersihan lahan atau lapangan pekerjaan seharusnya sudah ada terhitung dalam kontrak kerja,” sebut Siswanto, Sabtu (22/08/2020).

Kata dia, pemasangan batu seharusnya menggunakan pasir urug dan galian tanah, tetapi pada pekerjaan tersebut sangat disayangkan, di atas batu tanpa galian telah ditempel batu dan di cor dengan semen tanpa fondasi di beberapa titik lokasi pekerjaan yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2020 jelas diketahui, masih belum ada galian pondasi.

Selanjutnya Siswanto mengaku melalui ormasnya siap mengawal pekerjaan tersebut, dan dia juga menyampaikan jika bangunan itu sangat tidak masuk akal pelaksanaannya yang telah dikerjakan oleh kontraktor bernama Agus Telaumbanua dari CV. HILIGAWE dengan nilai kontrak 900 juta rupiah lebih yang dialokasikan oleh APBD Kota Gunungsitoli itu.

“Bila pihak dinas terkait ataupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak segera membongkar kembali pekerjaan yang disinyalir menyalahi, saya pastikan ini akan menjadi suatu masalah ke depan dan akan berurusan dengan hukum,” tegasnya.

“Pekerjaan ini sudah menjadi konsumsi masyarakat banyak, semoga wakil rakyat atau anggota DPRD kota Gunungsitoli yang secara bersama-sama melalui paripurna mengalokasikan anggaran pada item pekerjaan ini, diminta untuk secara bersama-sama pula turun kelokasi pekerjaan asal sumber anggaran yang telah disepakati sebelumnya,” ujar siswanto.

Sementara itu, pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Thesa Bin Savar Harefa dalam keterangannya saat dikonfirmasi di lokasi tersebut, Sabtu (22/08/2020) mengatakan bahwa pedestrian itu sudah sesuai perencanaan.

“Menurut pantauan kami bahwa pelaksanaan pekerjaan pedestrian ini sudah sesuai perencanaan cuma tidak sama persis,” kata Thesa.

“Perlu digaris bawahi dengan kondisi sekarang ini memang bukan berada ditanah datar. Ini justru berada di daerah curam, bergelombang dan konstruksi tanahnya dipenuhi dengan batu ditambah tanaman yang sudah besar,” tambahnya.

Dia juga menjelaskan bahwa kalaupun ada batu yang bisa dijadikan fondasi maka pihaknya menyarankan rekanan untuk tidak membongkar. Karena menurutnya kondisi batu tersebut sebenarnya sudah kompak dan menyatu dengan tanah sehingga jangan sampai mengganggu.

“Kita membangun kawasan ini memang harus berdampingan dengan alam dan tanaman yang sudah ada,” tuturnya.

Terkait masih belum terpasangnya papan informasi terkait pembangunan pedestrian dengan panjang sekitar 500 M dan lebar bervariasi antara 1 M hingga 2,5 M dan telah dikerjakan sekitar 1 bulan tersebut, Thesa mengatakan bahwa masih dalam proses.

“Ini menjadi catatan bagi kami dan sudah kami ingatkan rekanan untuk segera dipasang. Mungkin ini karena lokasinya terlalu jauh. Karena papan informasi ini menjadi sebuah merek di sebuah proyek untuk tidak menimbulkan sebuah pertanyaan.

Saat itu dia juga menyebutkan bahwa anggaran pembangunan tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) melalui Dinas Pariwisata Kota Gunungsitoli.

Dalam kesempatannya Ketua Garda Bela Negara Nasional Provinsi Sumatera Utara Trie Yanto Sitepu, SH yang juga merupakan Kasatgas Dewan Pimpinan Pusat AWPI (Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia) Wilayah Sumatera Utara sangat mengapresisi kinerja Ketua Garda Bela Negara Nasional Kota Gunungsitoli Siswanto Laoli atas keperdulian beliau yang tinggi untuk mengawal jalannya pembangunan di Kota Gunungsitoli wajib kita dukung sepenuhnya. Garda Bela Negara Nasional siap menjaga dan merawat 4 (empat) Pilar yang telah menjadi Konsensus kita Bernegara, bersinergi dengan Pemerintah dan senantiasa ada ditengah-tengah Masyarakat. Terkait permasalahan diatas agar Ketua Garda Bela Negara Nasional Kota Gunungsitoli segera melayangkan surat permohonan klarifikasi dan informasi serta saran kepada pihak terkait tentang pembangunan pendesterian tersebut. tegas trie. (Red)Lo

SHARE :
Banner IDwebhost
banner 468x60
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Garda Bela Negara Nasional Kota Gunungsitoli Nilai Pembangunan Pedestrian Gua Togindrawa Tidak Sesuai Perencanaan"