MASAMBA, TEKAPE.co — Parasnya yang ayu, membuat hakim cantik asal Luwu Utara, Jumiati Alim banyak membuat mata tertuju.
Namun di balik kecantikannya, hakim di Pengadilan Negeri Jeneponto ini dikenal tegas dan tak kenal kompromi jika itu soal perkara yang ditangani.
Sebagai hakim, Mimi, begitu ia akrab disapa, mengaku kerap didatangi orang-orang berperkara yang meminta bantuannya. Kadang mereka datang dengan iming-iming uang. Ada pula yang nekat mendatangi kosnya.
“Kalau bicara soal perkara, saya minta di kantor, di pengadilan saja,” katanya, seperti dikutip dari beberapa media daring.
Sebab, Ia selalu teringat pesan ayahnya, “Nak, jika menjadi hakim lurus, maka mau bagaimana pun orang guncang kiri-kanan, kamu tetap tenang,” kenang Mimi.
Selain itu, gadis yang pernah ikut kontes model tersebut tak ingin tinggal di rumah dinasnya. Perempuan yang ketika SMA aktif berolahraga taekwondo ini memilih ngekos.
“Rumah dinas terlalu besar untuk sendirian,” ujar perempuan yang disebut-sebut sebagai hakim tercantik se Sulawesi Selatan itu.
Sebagai hakim, Mimi juga dikenal disiplin masuk kantor. Ia berupaya berada di kantornya dari pukul 08.00 hingga pukul 16.30. Waktunya, santainya di luar pengadilan adalah akhir pekan.

Biasanya ia memilih pulang ke rumahnya di Makassar yang berjarak sekitar 90 kilometer dari Jeneponto. Di sana ia jalan-jalan, nonton film, atau hanya sekedar mampir ke salon langganannya.
Mimi juga tak pernah lupa kampung halamannya. Ia sering pulang berlibur di kampung halamannya di Desa Pompaniki Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara.
Perempuan singel kelahiran Palopo, 18 Desember 1987 ini sudah empat tahun menjadi hakim di Pengadilan Negari Jeneponto.
Sebelumnya, Jumiati ‘magang hakim’ sejak 2011 di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.
Bergelut di dunia hukum, Anak ke enam dari enam bersaudara ini memang secara genetis lahir dari keluarga hakim.
Jumiati ternyata adalah putri dari mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2015, Muhammad Alim.
Mimi, memang terpikat hukum sejak duduk di bangku SMP. Minatnya menjadi hakim muncul ketika ia duduk di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar.
Sebagai bidang yang telah ia pilih, Mimi kemudian melanjutkan sekolah dan menyelesaikan Magisternya di Pascasarjana Universitas Indonesia (UI). (*)












