oleh

Kontroversi Disertasi, Komisi VIII Minta Jokowi Copot Rektor UIN Yogya

Jakarta , Belanegaranews.id  – Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari F-Gerindra, Sodik Mudjahid, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Rektor dan Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hal ini menyusul kontroversi disertasi dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Abdul Aziz, yang mengangkat tema tentang keabsahan seks di luar nikah.

Menurut Sodik, lolosnya disertasi tersebut merupakan bentuk kebodohan dan kegagalan pimpinan UIN Sunan Kalijaga. Ia mengatakan konsep yang diusung Aziz dalam disertasi tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Kebodohan dan kegagalan pimpinan UIN Sunan Kalijaga dalam memahami dinamika perilaku seks bebas yang bertentangan dengan Pancasila serta nilai agama dan budaya rakyat Indonesia, tidak kalah bahayanya dengan kegagalan dalam memahami paham radikalisme yang dicurigai berkembang di kampus-kampus dan komunitas lainnya,” kata Sodik.

“Atas dasar kebodohan dan kegagalan tersebut, maka presiden melalui Menteri Agama diminta mencopot Direktur Pascasarjana dan Rektor UIN Sunan Kalijaga dan menggantinya dengan guru besar, yang bukan hanya kredibel dari sisi akademis, tapi mempunyai kepekaan sosial dan komitmen tinggi kepada Pancasila dan moral bangsa Indonesia,” imbuh dia.

BACA JUGA :  Satgas Yonif 413 Bremoro Bersinergi Dengan Muspika Muara Tami, Bahas Upacara 17 Agustus

Sodik pun mengapresiasi sikap MUI yang menolak disertasi tersebut. Menurut dia, masyarakat memerlukan edukasi dan kebijakan yang tepat mengenai perilaku seksual.

“Menyampaikan apresiasi kepada MUI atas penjelasan dan pernyataan sikapnya. Serta mengajak para akademisi, para ulama, para tokoh agama, para tokoh masyarakat, pemerintah, legislator, dan aparat penegak hukum, untuk memberikan penjelasan, pendidikan, pembinaan, regulasi, kebijakan, dan langkah langkah yang tepat dan benar dalam pembinaan perilaku seksual dan pernikahan di kalangan masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Ke depan, ia berharap UIN Sunan Kalijaga dapat lebih cermat dalam memastikan karya ilmiah atau akademis para mahasiswa. Sodik mengatakan dirinya dapat memahami bahwa perguruan tinggi sejatinya merupakan pusat penelitian ilmiah.

“Kita selama ini mengakui dan menjunjung tinggi kebebasan ilmiah dan kebebasan akademis di perguruan tinggi yang dijamin UU untuk mengkaji secara ilmiah semua aspek alam dan bidang kehidupan umat manusia,” kata Sodik.

“Sebagai lembaga akademisi dan lembaga ilmiah, seharusnya UIN Sunan Kalijaga mampu memahami dengan cermat dinamika yang sedang berkembang di masyarakat Indonesia dalam hal perilaku seks dan pernikahan,” lanjut dia.

BACA JUGA :  Dua Armada Helikopter Dukung Penanganan Bencana di Tanah Air

Menurut Sodik, mereka yang terlibat dalam disertasi Aziz sudah melakukan kebodohan emosional. Sodik menganggap Aziz dan UIN Sunan Kalijaga gagal memahami kekhawatiran masyarakat mengenai perilaku seks bebas.

“Rektor, Direktur Pascasarjana, dan promotor dari Saudara Abdul Aziz telah melakukan kebodohan ESQ, sehigga UIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga akademisi, lembaga ilmiah, dan lembaga agama Islam gagal memahami tiga dinamika dan kekhawatiran masyarakat tersebut. Akibatnya, UIN Sunan kalijaga melakukan kegiatan ilmiah yang menambah maraknya budaya seks bebas yang bertentangan dengan nilai Pancasila serta menambah keresahan, kekhawatiran, dan ketakutan orang tua dan masyarakat akan budaya seks bebas di luar nikah,” kata dia.

Sebelumnya, Abdul Aziz, yang merupakan dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, meminta maaf kepada umat Islam karena disertasinya menjadi kontroversi. Ia berjanji akan merevisi disertasinya dengan memasukkan kritik dan masukan dari promotor dan penguji.

Disertasi Abdul berjudul ‘Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital’ diujikan di UIN Sunan Kalijaga pada 28 Agustus lalu. Lewat disertasinya ini, Abdul dinyatakan lulus dengan beberapa catatan dari penguji.

BACA JUGA :  Mantapkan Kesiapan Pilkada, Ketua KPU Bali Beraudiensi Kepada Danrem 163/Wira Satya

Namun disertasinya tersebut ternyata menimbulkan kontroversi kerana dianggap menghalalkan hubungan seksual di luar pernikahan. Atas misinterpretasi dan kontroversi yang terjadi di publik, akhirnya Abdul meminta maaf secara terbuka.

“Saya juga mohon maaf kepada umat Islam atas kontroversi yang muncul karena disertasi saya ini,” kata Abdul dalam konferensi pers di aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Komentar

Tinggalkan Balasan