PALOPO, TEKAPE.co – Dalam upaya memperkuat penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palopo menggandeng fasilitas kesehatan (faskes) untuk memanfaatkan teknologi digital.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelatihan penggunaan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) yang kini menjadi alat utama dalam pelaporan dan pemantauan kasus TBC secara nasional.
Kegiatan pelatihan ini melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai Puskesmas dan rumah sakit di Kota Palopo, sebagai bagian dari strategi digitalisasi sistem informasi kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Palopo, Irsan Muhammad, menjelaskan, penggunaan SITB merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan dalam rangka menekan angka kasus TBC di wilayah tersebut.
“Melalui SITB, tenaga kesehatan dapat melaporkan data TBC secara real-time, mempermudah pelacakan pasien, dan memastikan pengobatan berjalan tepat waktu,” jelasnya, Rabu (28/5/2025).
Sistem ini juga terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan RI, sehingga memudahkan koordinasi dan evaluasi program nasional eliminasi TBC.
Dinkes Palopo menargetkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta, aktif menggunakan aplikasi SITB untuk pencatatan dan pelaporan kasus TBC.
Pelatihan ini menjadi langkah awal penting dalam meningkatkan kapasitas tenaga medis untuk memanfaatkan teknologi secara maksimal.
“Kami berharap setelah pelatihan ini, seluruh faskes bisa memanfaatkan SITB secara optimal dalam pengelolaan data TBC, sehingga deteksi dini dan pengobatan pasien bisa lebih terarah dan terukur,” tutupnya.
Upaya pelatihan SITB ini sejalan dengan target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030. Dinkes Palopo terus menggencarkan skrining, edukasi masyarakat, serta memperkuat sistem pelaporan berbasis digital agar angka kasus TBC dapat ditekan secara signifikan.
Meski telah banyak kemajuan, TBC masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di Indonesia, termasuk di Kota Palopo. (*)










