KOLONODALE, TEKAPE.co – Kemajuan pembangunan di pedesaan Morowali Utara terus menunjukkan arah yang menggembirakan. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi Indeks Desa Membangun (IDM) 2025, jumlah Desa Mandiri di kabupaten itu melonjak dari 33 desa pada 2024 menjadi 41 desa tahun ini.
Lonjakan tersebut menandai akselerasi pembangunan yang terasa hingga pelosok. Tidak hanya jumlah desa mandiri yang meningkat, tetapi desa tertinggal dan sangat tertinggal kini resmi nol.
Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, menyebut capaian itu sebagai buah kerja keras kolektif antara pemerintah desa, kecamatan, dan dinas teknis di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
“Kita perlu memberi apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah desa, BPD, dan seluruh masyarakat atas prestasi ini. Mereka telah bekerja nyata membangun dari bawah,” ujar Delis seusai menandatangani hasil verifikasi dan validasi data IDM 2025 di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara, Jumat (25/7/2025).
Penandatanganan hasil verifikasi dilakukan bersama Kepala Dinas PMD Morut Drs. Andi Parenrengi, Kepala Bappelitbangda, dan Koordinator Tenaga Ahli Kabupaten. Dalam kesempatan itu, Delis turut didampingi Sekretaris Dinas PMD Charles Natanael Toha, S.Sos., M.Si., serta pengurus Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Morut, Robert Ovan Podengge, S.AP. dan Ferdinand Moenggo, S.Th., M.Pd.
Menurut Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2016, Desa Mandiri adalah desa yang memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Hasil verifikasi IDM 2025 menunjukkan peta kemajuan yang kian jelas: 41 Desa Mandiri, 45 Desa Maju, dan 36 Desa Berkembang. Tak ada lagi desa berstatus tertinggal, apalagi sangat tertinggal.
Delis menegaskan, capaian itu tidak datang tiba-tiba. Sejak awal masa kepemimpinannya pada 2021, masih terdapat 37 desa tertinggal di Morowali Utara. Namun, perlahan situasi berubah berkat dorongan pembangunan infrastruktur dan penguatan kelembagaan desa.
“Dari angka-angka ini kita tahu, kemajuan di desa bukan sekadar angka statistik. Ini tentang akses jalan, listrik, air bersih, dan peluang ekonomi yang semakin nyata dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, Morowali Utara menegaskan diri sebagai salah satu daerah dengan progres paling pesat di Sulawesi Tengah dalam membangun dari pinggiran, sejalan dengan semangat Nawacita yang dicanangkan pemerintah pusat. (Int_Ale/Ryo/Apk)












