oleh

Majalah Tempo Bantah Hina Jokowi Lewat Cover Siluet Pinokio

Jakarta , Belanegaranews.id – Kelompok pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jokowi Mania (JoMan), melaporkan Majalah Tempo kepada Dewan Pers. Pihak Majalah Tempo pun membantah pihaknya telah menghina Jokowi lewat cover siluet Pinokio.

“Redaksi Tempo mengapresiasi perhatian publik kepada majalah berita mingguan ini edisi terbaru berjudul ‘Janji Tinggal Janji’. Sesuai UU Nomor 40/1999, Majalah Tempo memberikan perhatian terhadap dinamika masyarakat perihal Revisi UU KPK,” kata Redaktur Eksekutif Majalah Tempo Setri Yasra kepada wartawan, Senin (16/9/2019).

Menurut Setri, sampul depan Majalah Tempo yang dipermasalahkan JoMan itu menggambarkan persoalan terkini terkait isu pelemahan KPK. Dalam majalah itu, Tempo juga mengulas wawancara dengan Presiden Jokowi.

BACA JUGA :  Geuchik Beserta Perangkat Gampong Alur Dua Duduk Bersama Alihkan Dana APBN Untuk Tanggap Darurat Covid-19

“Sampul Majalah Tempo merupakan metafora atas dinamika tadi, yakni tudingan sejumlah pegiat antikorupsi bahwa Presiden ingkar janji dalam penguatan KPK. Tempo telah memuat penjelasan dalam Presiden dalam bentuk wawancara,” kata Setri Yasra.

Setri menjelaskan Tempo tidak bermaksud menghina Jokowi selaku kepala negara seperti yang dituduhkan. Lagi pula, kata Setri, yang tergambar dalam sampul Majalah Tempo itu adalah bayangan Pinokio dan tidak mengubah gambar pada Jokowi.

“Tempo tidak berniat menggambarkan Presiden sebagai Pinokio. Yang tergambar adalah bayangan Pinokio,” katanya.

“Meyakini Presiden Jokowi dapat memahami peran jurnalisme di masyarakat dan menganggap kritik sebagai bagian penting dalam pemerintahannya,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB Cek Pelaksaan Vaksinasi Di Grobogan

Ketum JoMan Immanuel Ebenezer sebelumnya melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers. Eben menuntut Tempo menarik majalah yang menggambarkan Jokowi dan bayangan sosok Pinokio. Dia menyebut itu sebagai sebuah bentuk penghinaan kepada Jokowi.

“Tuntutan kami, kami cuma minta Tempo untuk menarik edisi majalah ini; kedua, kita minta klarifikasi Tempo itu sendiri; dan ketiga, kebebasan pers tetap kuat jangan tidak. Kami tidak mau kekuasaan itu dibiarkan tanpa kritik, kami tidak mau dan terakhir, minta maaf, itu penting,” ucap Ebenezer di gedung Dewan Pers.

BACA JUGA :  AWPI Rakyakan Milad Ke 7, Gelar Baksos dan Berdoa Untuk Bangsa dan Negara

Komentar

Tinggalkan Balasan