PT SRA Kotarih Sergai Gunakan Centeng, Pecat dan Usir Karyawan Tanpa Pesangon

banner 468x60

SERGAI, SUMUT | BNNEWS – Konflik berkepanjangan antara PT Sri Rahayu Agung (SRA) dengan Masyarakat Adat Kotarih atas lahan tanah adat ulayat raja kotarih yang di kuasai PT SRA, Pihak PT Sri Rahayu Agung (SRA), Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), kembali bikin ulah.

Sebelumnya PT SRA sempat menghadang rombongan Ketua DPRD Serdang Bedagai (Sergai), dr Risky Ramadhan, bersama anggota Komisi III DPR RI, M Husni, juga menutup jalan masyarakat sehingga akses masyarakat gak bisa lewat, HGU Habis dan Penebangan Pohon di tanah adat ulayat raja kotarih. 

Kini pihak perusahaan memecat karyawannya tanpa ada pemberitahuan dan surat resmi serta memberikan pesangon, ironisnya ada yang di pecat gara-gara menjalankan ibadah sholat lima waktu.

Lagi-lagi PT.SRA (Sri Rahayu Agung) melalui centeng kebunnya bernama Harun yang ternyata ilegal tersebut melakukan pengusiran terhadap karyawannya tanpa belas kasihan.

Ini terlihat pada hari ini rabu (08-04/2020)terhadap karyawannya yang bernama Warda,Rudi Salam dan Harisanto yang dianggap sudah dipecat tapi tidak diberi pesangon serta dianggap seperti binatang tanpa adanya prikemanusiaan.

PT.SRA sendiri diketahui telah habis masa berlakunya tahun 2013 yang lalu tapi mengapa pemerintah terkesan tutup mata dan tidak mau peduli terhadap nasib karyawannya.

Sementara PT.SRA melalui Estate Managernya bernama RB.Damanik yang diketahui berpangkat AKBP (Purn) diketahui menjadi beking perusahaan tersebut tidak pernah menampakkan batang hidungnya dan hanya menyuruh centeng kebun bernama Harun dan rekan-rekannya yang diketahui dari PT.SBP dan tidak mempunyai izin alias fiktif.Centeng Kebun yang bernama Harun dengan congkaknya terhadap awak media ini mengatakan tidak takut kepada siapa pun, karena mereka bekerja atas perintah estate manager bernama AKBP(Purn).RB Damanik yang diketahui bertugas terakhir di Polda Sumut.

Sementara Pemilik PT.SRA yang diketahui bernama Hansen tidak pernah menampakkan batang hidungnya sejak kasus ini bergulir,karena Hansen yang berdomisili dikota medan itu menggunakan centeng kebun melalui estate Managernya AKBP (Purn).RB Damanik.

AKBP(Purn).RB Damanik yang dihubungi tidak pernah mau mengangkat teleponnya serta tidak pernah hadir dalam setiap mediasi yang dilakukan PT.SRA terhadap karyawannya dan selalu mengutus orang yang bernama Pardede yang tidak punya kepentingan terhadap urusan tersebut.

Apalagi sewaktu media ini turun kelapangan terdengar suara dari para centeng tersebut yang mengatakan bahwa ada melakukan penikaman terhadap orang-orang yang coba membantu karyawan PT.SRA tersebut.

PT.SRA melalui centeng kebun PT.SBP yang diketahui ilegal dan tidak punya izin tersebut menganggap dirinya kuat karena didekingi oleh purnawirawan Polri tersebut,terlihat dari semena-menanya mereka terhadap karyawan yang dipecat tanpa pesangon tersebut.

Sementara itu,Harun yang mengaku centeng kebun PT.SRA itu diketahui tidak punya izin dari perusahaan jasa security bernama PT.SBP dan juga tidak punya etika mengeluarkan kata-kata kotor terhadap awak media ini dengan penuh emosi serta tidak punya etika dan ketahuan sebagai penjilatnya PT.SRA tersebut. (Red) 

 

SUMBER : Bratapos.com

SHARE :
Banner IDwebhost
banner 468x60
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "PT SRA Kotarih Sergai Gunakan Centeng, Pecat dan Usir Karyawan Tanpa Pesangon"