Seniman Pati Menjerit Akibat Covid

Tidak ada komentar 251 views
Banner IDwebhost

PATI – BNNEWS.ID – Perhimpunan Penggiat Kesenian Kabupaten Pati menggelar doa bersama di alun-alun Pati, Kamis (8/7/2020). Dengan mengetuk pintu hati penyelenggara pemerintahan Kab. Pati dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP)Covid-19 Kabupaten untuk memberikan izin pertunjukan. Sebab, hampir lima bulan , mereka tidak bisa manggung dalam kegiatan apapun.Aksi yang dihadiri lebih dari seratus seniman Pati ini, berkumpul sekira pukul 09.00 WIB di alun-alun Pati untuk melakukan doa bersama dan tumpengan, meminta kepata Tuhan agar pandemi virus corona segera berakhir. Usai menggelar doa bersama, 10 perwakilan seniman yang didampingi oleh Advokat Riyanta sekaligus Ketua Umum LSM GJL(Gerakan Jalan Lurus ) itu ditemui oleh Winarto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati.

Aksi ini mereka lakukan karena terdorong oleh beratnya dampak Covid-19 dari sisi ekonomi . Terhitung sejak Maret lalu, kegiatan kesenian yang menjadi ladang kehidupan mereka terhenti. Ada kurang lebih 3.000 pegiat kesenian di Kabupaten Pati yang langsung mengalami dampak secara ekonomi. Seniman tersebut antara lain ada 160 Orkes Dangdut, Ketoprak sebanyak 15 kelompok, Dalang, Wayang dan Karawitan ada 25 kelompok, Tayub 10 kelompok, Barongan 10 kelompok, rental Sound System ada 160 kelompok.

“Bagaimana kami Pak, nasib orang seni. Tolong, Pak. Kami mohon, Pak. Kami butuh makan, butuh bayar segalanya, Pak. Kami taat peraturan, Pak, beri kami kesempatan. Tolong pikirkan nasib kami,”rintih tangisan Yeyen, seorang seniman ketoprak dan pelawak dari Margorejo sambil bersujud dan menangis di hadapan Riyanta Sh seorang Advokat sekaligus Ketum GJL.

Sementara itu, pendamping hukum seniman, Riyanta Sh mengatakan bahwa hasil audiensi belum memenuhi harapan para seniman, dan meminta para pegiat seni untuk tetap bersabar.“Karena ini persoalan nasional, Bupati pun dalam melangkah harus hati-hati, karena harus mengikuti kebijakan nasional. Saya yakin pemerintah pusat pun sudah mau mengambil langkah yang tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi. Sementara teman-teman diminta membubarkan diri dulu. Nanti terserah teman-teman kalau mau ada aksi lanjutan di kemudian hari. Namun, kalau kebijakan sudah berpihak pada teman-teman, tentu selesai,” jelas Riyanta usai melakukan audiensi.

Winarto, Kepala Disdikbud Pati saat pementasan seni virtual (8/7/2020) malam mengatakan, jika Pemkab bukan melarang panggung terbuka, melainkan hanya menunda. Sebab, ketika keadaan sudah membaik, kesempatan akan diberikan sesuai perkembangan situasi.

“Sekarang ini kesehatan rakyat Pati jadi pertimbangan utama,” ucap dia.

Sejatinya, pemerintah daerah melalui Disdikbud juga memberi alternatif bagi para seniman untuk tetap unjuk karya dan mendapat penghasilan. Ialah, dengan cara Pertunjukan Virtual yang digelar di Gedung SKB Pati dan disiarkan melalui Youtube “Mitra Budaya Pati”. Yang mana, pertunjukan virtual ini dilakukan tiga hari dalam sepekan.

“Sehingga kegiatan mereka tersalurkan, juga kesejahteraannya kita perhatikan dari pementasan virtual ini. Jadi, berbagai kelompok kesenian yang ada silakan mendaftar, nanti kami jadwalkan untuk tampil,” jelas dia.

Sumadi

BNNEWS.ID/A.ilyas

Banner IDwebhost
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Seniman Pati Menjerit Akibat Covid"