Silaturrahmi Kopdar Padang Howo, Bertajuk Pasuruan Milik Kita Bersama

Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Pasuruan | BNNEWS – Sekian kalinya masyarakat Kota Pasuruan yang tergabung dalam group WhatsApp ‘Padang Howo’ mengadakan silahturrahmi bersama (Kopdar) di Resto Valencia, Kota Pasuruan, Sabtu (04/017/2020) pagi.

Kegiatan bertajuk Pasuruan Milik Kita Bersama itu dalam rangka menyambut pilkada 2020-2025, untuk memilih pemimpin yang berkualitas secara demokratis. Diketahui acara itu pun dihadiri para bacalon (balon) Walikota dan Wakil Walikota.

Sementara itu, Terpantau hadir dalam acara anggota DPR RI, Komisi II, Aminurokhman, SE, MM., kalangan LSM, tokoh masyarakat, dan beberapa organisasi masyarakat (ormas). Namun sayang tak hadir dalam acara yakni Plt. Wali kota Pasuruan, Teno Rahardjo, ST.

Diskusi atau Kopdar diselenggarakan merupakan kelanjutan dari kopdar sebelumnya. Banyaknya animo warga yang ikut hadir dalam acara tersebut, sekaligus untuk melihat langsung para bacalon/pemimpin Kota Pasuruan, baik kemampuan maupun caranya nanti dalam memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat nantinya.

Amin Suprayitno, menyampaikan, kopdar ini membahas permasalahan untuk kepentingan masyarakat Kota Pasuruan.

“Sehingga dengan begitu, para calon bisa mengetahui secara langsung apa yang dimaui masyarakat sosok pemimpinnya,” ujarnya.

Dalam kopdar ini, juga dibahas soal definisi Pemilu terkait Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2017. Yakni sarana perwujudan kedaulatan rakyat untuk menghasilkan wakil rakyat dan pemerintahan negara yang demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Adapun menyangkut kepastian hukum, tersalurnya suara rakyat secara luber dan jurdil. Selain itu, kedaulatan rakyat menjadi perdebatan teoritik ilmu politik dalam teori-teori demokrasi pasca perang dunia. Definisi secara kualitatif mengalami banyak perdebatan tata cara pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam demokrasi.

Kata dia, difinisi Joseph Schumpeter (80- an awal), memperkenalkan model demokrasi secara prosedural, melalui pemilu, meliputi ukuran-ukuran kuatitatif adanya perundangan pemilu, birokrasi pelaksana, kuantitas partisipasi, adanya kontestan, dan hasil dengan kepastian hukum.

“Model ini yg diadopsi dalam UU pemilu RI, sejak reformasi,” urainya.

Sementara itu juga muncul masalah – masalah empirik, seperti konflik horizontal, banyak gugatan, money politik dan lainnya. Adanya Pemerintahan daerah yang tidak stabil, korupsi di daerah meningkat, kemandegan pemerintahan karena tidak harmonis antara eksekutif – legislatif, pimpinan daerah (eksekutif/legislatif) yang tersandung masalah hukum,” kata Prayit.

Lebih jauh, dari hasil penelitian LIPI, menyebutkan ada faktor – faktor diantaranya budaya politik, perilaku aktor dan kekuatan – kekuatan politik, struktur birokrasi pelaksana dan kesadaran masyarakat menjadi penentu kualitas pemilu.

“LIPI merekomendasikan proyek penguatan kualitas pemilu dengan penguatan variabel kualitas,” ungkapnya.

Seperti anti money politik, tidak ada diskriminasi dan SARA, kesetaraan dan peluang yang sama dalam kontestasi. Sejak itu kampanye pemilu berkualitas mulai digencarkan. Pertanyaannya, apakah berhasil ? Ada fakta empirik dimana pemilu di daerah menghasilkan pemimpin yang baik, inovatif, maju.

Banyak juga fakta yang berbeda dengan kesimpulan, Pemilu tidak secara langsung bisa dianggap bisa menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Ada variabel – variabel yang harus dipenuhi untuk menuju ke sana.

“Lalu, bagaimana dengan Pasuruan ? Pilkada bagian dari desentralisasi bidang politik,” tambah Prayit selaku ketua Panitia penyelenggara Kopi Darat.

Salah satu Calon Walikota Pasuruan, Ayi Suhayya, SH., juga mengatakan, untuk sementara ini semua para Calon Walikota Pasuruan masih belum mendapatkan rekom dari partai politik untuk maju dalam Pilkada yang akan datang.

“Untuk saat ini, semua calon belum mendapatkan rekom dari partai politik yang mana akan mengusung para calon tersebut. Tahapan – tahapan perlu dijelaskan sampai dimana, sampai kini masih menunggu,” kata Ayik Suhayya, SH.

Menurut Ayik, untuk kendaraan mengusung dirinya dalam petarungan Pilwali Kota Pasuruan ada beberapa partai yang menjadi target dirinya.

“Kendaraan mengikuti pendaftaran pengambilan berkas dari Gerindra yang pertama, terus Golkar dan juga Hanura. Kita juga mengikuti tahapan penjaringan dari PKS, PAN dan PPP. Kami sangat yakin tidak main – main, karena kami lahir dari pengabdian merasa terpanggil untuk membangun Kota Pasuruan. Jangan sampai demokrasi kita ini dicederai oleh oknum – oknum tertentu, jika memang sampai terjadi Bumbung Kosong maka saya yang pertama kali siap menghalau Bumbung Kosong,” tegas Ayik Suhayya, SH., Selaku ketua GM. FKPPI Kabupaten/Kota Pasuruan. ( ../Rh)

Banner IDwebhost
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Silaturrahmi Kopdar Padang Howo, Bertajuk Pasuruan Milik Kita Bersama"