Slamet Ma’arif Undang Tito Karnavian Tabayun ke Markas FPI Bahas Khilafah

banner 468x60

Jakarta, BNNews – Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Ma’arif mengundang Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian datang ke Markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, untuk tabayun atau bersama-sama memecahkan masalah. Masalah itu terkait perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) FPI.

Demikian diungkapkan Slamet Ma’arif dalam menanggapi pernyataan Tito yang mempermasalahkan adanya penerapan kafah di bawah naungan Khilafah Islamiyah‎ dalam AD/ART FPI. Adanya visi-misi Kaffah Khilafah Islamiyah dalam AD/ART tersebut membuat Tito belum menerbitkan SKT FPI.

“Gunakan tafsir dari FPI, jangan tafsir orang lain. Saran saya, Pak Tito datang ke Petamburan untuk tabayun,” kata Slamet Ma’arif, Jumat (29/11/2019).

Sebenarnya, kata Slamet, apa yang tercantum dalam visi-misi FPI soal khilafah sudah dijelaskan ke pihak Kementerian Agama. Bahkan, kata dia, dalam AD/ART FPI juga sudah dijelaskan maksud kalimat penerapan syariat Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah Islamiyah menurut manhaj nubbuwwah.

“Itu hasil Munas FPI Tahun 2013, dan maksud dari kalimat itu ada dalam penjelasan AD/ART, dan kita sudah jelaskan dengan Depag (Departemen Agama/Kemenag) karena memang wewenang Depag sesuai dengan tupoksinya,” ucap dia.

Lebih lanjut Slamet menjelaskan bahwa permasalahan adanya kalimat khilafah dalam AD/ART FPI juga sudah diselesaikan di Kemenag. Bahkan, Kemenag sudah memberikan rekomendasi untuk perpanjangan SKT FPI.

Saat ini tinggal keputusan Mendagri Tito Karnavian untuk menerbitkan SKT FPI. Slamet meminta Tito tidak mencari-cari alasan untuk tidak menerbitkan SKT FPI karena Kemenag sudah memberikan rekomendasi.

“Kalau SKT tidak dikeluarkan, ini makin jelas urusannya politis. Mendagri kelihatan akan bermain politis dalam urusan ini,” ungkapnya. (Red)

SHARE :
Banner IDwebhost
banner 468x60
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Slamet Ma’arif Undang Tito Karnavian Tabayun ke Markas FPI Bahas Khilafah"