LUWU, TEKAPE.co – Pembangunan gedung PGRI Kabupaten Luwu yang saat ini mandek. Padahal pembagunan gedung ini yang meletakkan batu pertama dilakukan oleh Bupati Luwu, H Andi Mudzakkar, tahun 2015 lalu.
Pembangunan gedung PGRI Kabupaten Luwu tidak lagi berjalan alias mandek dan hanya menghasilkan pondasi dan besi tiang dan besi slop saja yang terpasang.
Dari pantauan TEKAPE.co di lokasi pembangunan gedung itu, terlihat pondasi dan tiang besi yang terpasang sudah ditutupi rumput ilalang. Hampir dua tahun pembangunan gedung ini tidak ada aktifitas pembersihan dan upaya melanjutkan pembangunan gedung yang terlihat terbengkalai.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Luwu, Nurhasan, menjelaskan bahwa kendala pembangunan gedung PGRI karena persoalan anggaran. Dimana gedung itu dibangun tidak menggunakan anggaran DAU atau APBD, namun hanya menggunakan sumbangan para guru.
“Masalahnya hanya satu, uang, karena pembangunan gedung PGRI tidak menggunakan anggaran dana DAU atau dari pemerintah, tapi sumbangsih dari teman-teman guru,” ujarnya. Kepada awak media saat dihubungi melalui via telepon, Rabu, 01 November 2017.
Disebutkan pembangunan Gedung PGRI bersumber dari potongan gaji guru yang telah bersetifikasi untuk menyumbang masing-masing guru Rp30 ribu/triwulan.
“Hanya yang menerima sertifikasi saja sekitar 1.800 guru dipotong gajinya Rp30 ribu per orang,” kuncinya. (ham)












