oleh

Tumpukan Drum Pabrik Pengecoran, Sumber Bau Busuk di Jalan Jogja – Solo Klaten

Bela Negara News, Klaten – Bau busuk yang tercium menyengat di sepanjang Jl Jogja-Solo kawasan Klaten, Jateng, ternyata berasal dari tumpukan drum rongsokan di pabrik pengecoran. Sumber bau busuk yang amat menyengat di sepanjang Jl Jogja-Solo kawasan Klaten, Jawa Tengah, akhirnya terungkap. Bau busuk itu ternyata berasal dari cairan di dalam drum di pabrik pengecoran logam CV BT.

Dikabarkan Detik.com, tim identifikasi Polres Klaten mendatangi lokasi pabrik tersebut pada Rabu (11/8/2021) siang. Polisi menemukan ratusan drum besar bercat putih di dalam gudang pabrik tersebut. Drum-drum itu diletakkan begitu saja di lahan kosong timur lokasi pengecoran.

Pada drum masih tertempel PT CB di Tangerang dan tertulis U3S Chemsol. Tim identifikasi dari Polres Klaten itu mengenakan masker rangkap saat memeriksa drum. Mereka kemudian keluar setelah membawa satu botol air berisi sampel bahan kimia.

BACA JUGA :  Ranu Miharja Kajati Babel Tegaskan Tidak Mengakui Adanya FORWAKA Babel

“Kita bawa sampel. Tapi cuma sedikit tidak ada seperempat botol, tidak kuat baunya,” jelas polisi.

Karyawan CV, Wiyadi mengatakan setelah menebar bau busuk, drum akan dikembalikan ke pemasok. CV juga tidak tahu jika drum yang akan dilebur itu mengeluarkan aroma menyengat sampai ke Jl Jogja-Solo.

“Kita juga tidak tahu apa isinya, apa kandungannya. Drum itu mau kita lebur dan kita cor,” jelas Wiyadi.

BACA JUGA :  Dinilai Penyebab Banjir Warga Pasir randu Desa Kadu Curug Keluhkan Proyek Perumahan Cendana Park

Kapolsek Ceper AKP Aris Joko Narimo menjelaskan, dari keterangan Karyawan diketahui drum-drum tiba di lokasi pada Selasa (10/8/2021) siang, diangkut truk.
“Pada Hari Selasa tanggal 10 Agustus 2021 sekitar pukul 12.00 WIB, telah datang 6 truk yang mengangkut drum berwana putih dari supplier Jakarta, yang diterima oleh Satpam CV. Adapun jumlah drum sebanyak lebih kurang 480 drum,” jelas Aris.

Warga beberapa desa di sepanjang Jl Jogja-Solo, tepatnya di Kecamatan Delanggu, Ceper dan Juwiring, mengeluhkan bau busuk tersebut. Mereka menyebut bau busuk itu tercium sejak Selasa (10/8/2021). (Red)

Banner IDwebhost

Komentar