oleh

Wagub Jateng Gus Yasin : Semua Agama Harus Dihormati “Soal Aturan Pengeras Suara Masjid.

BELANEGARANEWS.ID, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengimbau kepada masyarakat untuk bisa tetap menjaga sikap toleransi. Hal ini terkait kebijakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menerbitkan surat edaran (SE) No SE 05 tahun 2022 terkait pengeras suara masjid dan mushollah

Jadi karena negara kita negara yang toleransi semua agama harus dihormati karena sudah masuk undang-undang artinya dilakukan tidak hanya di pemerintah pusat saja, tapi ketingkat RT,” kata Wagub Taj Yasin Maimoen.

Taj Yasin mengatakan untuk pelaksaan sendiri, akan dikembalikan kepada masyarakat. Bagaimana untuk bisa menerapkan peraturan yang sesuai SE dari kemenag.
Kita serahkan untuk di daerahnya tinggal berembuk di daerah mana saja di tingkat RT hingga desa yang mana masjid di semua desa,” ujarnya

Sehingga, Gus Yasin, sapaan akrabnya meminta untuk masyarakat berembuk bagaimana pelaksanaannya. Hal penting untuk dilakukan karena menyangkut kepentingan bersama hingga penerapan tersebut bisa dilakukan secara merata.

BACA JUGA :  Kapolda Jateng Ingatkan Forkopimda Wonogiri Waspadai Lintas Perbatasan Dengan Daerah Lain

Kalau untuk pelaksanaannya, bisa diatur saja dirembuk masyarakat bagaimana hasilnya. Sehingga kalau ada disebuah daerah itu memiliki bermacam-macam agamanya bisa dirembuk saja, kita serahkan rembuk warga saja,” ucapnya.

5297341988

Untuk pelaksanaan secara maksimal, Gus Yasin juga mengajak tokoh masyarkat untuk membantu menyosialisasikan SE tersebut.

Sosialisasi di tingkat RT hingga desa hingga tokoh masyarakat diajak berembuk bersama-sama. Lebih penting ke
Komunikasinya,” ujarnya.

Sementara, secara terpisah Kepala Kanwil Kemenag Jateng, H Mustain Ahmad, mengatakan, mengenai pembinaan dan pengawasan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi.
Penyuluhan, pembinaan dan pengawalan sudah kami kordinasikan untuk melaksanakan kebijakan pimpinan pusat itu,” kata Mustain.

Saat ditanya mengenai respons masyarakat, Mustain menyampaikan, sampai saat ini kebijakan tersebut mendapat respons baik. Namun, ia juga tidak menampik jika masih ada beberapa pihak yang mempermasalahkan.
“Namanya dinamika pasti ada, tapi tidak menimbulkan permasalahan serius. Jadi ini yang sendang kita lakukan (sosialisasi). Justru kita mendapatkan banyak support dari Ormas (organisasi masyaraktat) dan tokoh-tokoh lainya,” terang dia.
Penerimaan secara baik pada masyarakat, lanjut Mustain, karena secara umum penduduk Jawa Tengah memiliki sikap guyub (rukun) . Selain itu, ia meminta tiap kabupaten atau kota untuk terus menyosialisasikan melalui komunikasi yang baik dan humanis.

BACA JUGA :  Kemenkumham Jateng - KPK RI Siap Bersinergi Wujudkan Pelayanan Publik Tanpa Korupsi.

Lebih lanjut, pengaturan pengeras suara itu dinilai perlu untuk menjaga kerukunan antar umat agama. Lantaran, jika tanpa pengaturan hal itu bisa menimbulkan persoalan kepada masyarakat.
Bahwa minimal, segala sesuatu, termasuk kebaikan, kalau tidak diatur bisa kalah dengan keburukan yang diatur. Jadi Pengaturan ini, memang penting. Pengaturan itu keniscayaan dan masyarakat pasti bisa menerimanya. Kalau saya harus membahasakan, sesuatu itu harus terukur dalam kehidupan bersama agar kenyamanan bisa saling terjaga,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Apresiasi Pencapaian Vaksinasi di Jawa Tengah.

( Red- Galih RM )

 

Komentar

Tinggalkan Balasan