oleh

Warga Resah, beredarnya selebaran gelap di Desa Kebonromo Sragen saat akan ada pelantikan Kaur Pemerintahan

Bela Negara News.id, Sragen – Pemerintah Desa (Pemdes) Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen hari ini laksanakan Pelantikan Kaur Pemerintahan oleh Lurah Kebonromo. Hadir dalam acara tersebut, Forkompincam Kecamatan Ngrampal Sragen, Tokoh-tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (27/12/2021).

 

Dalam acara tersebut Yulie Indarto dilantik sebagai Kaur Pemerintahan Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen juga mengucapkan sumpah dan janji untuk menjalankan tugas sesuai yang di embannya. Acara berjalan lancar sampai selesai.

 

Selebaran Misterius

Pemerintah Desa (Pemdes) Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen dikejutkan dengan selebaran misterius yang dikirim oknum ke Kantor Balai Desa Kebonromo, Jumat (24/12/2021).

Dalam selebaran tersebut tidak ditulis pengirim dan untuk siapa.

Ketua Panitia Seleksi Calon Perangkat Desa (Perdes) Kebonromo, Sumanto saat ditemui mengatakan “Didalamnya berisi kata-kata kritik dan kekecewaan dalam seleksi calon Perdes.

 

Sumanto yang juga Sekretaris Desa (Sekdes) itu mengaku “Saya tidak tahu menahu asal usul dari selebaran tersebut dan untuk siapa karena tidak ada nama pengirim, pembuatnya dan untuk siapa selebaran itu, hingga tidak perlu untuk ditanggapi” ujarnya.

BACA JUGA :  Rapat Satgas Penanganan Covid-19, Gubernur Jateng Tegaskan Perketat Prokes

 

“Isinya itu jika saya melihat sudah mengarah ke pribadi bukan ke panitia seleksi Perdes. Kalo pribadi bukan urusan panitia, tidak perlu ditanggapi karena hanya selebaran.”

 

“Berbeda kalau memang penulisnya jelas diperuntukkan ke kita baru kita bawa ke camat (selebaran),” terang Sumanto.

 

Pemdes Kebonromo sendiri telah selesai menyelenggarakan rangkaian seleksi Perdes Kebonromo formasi Kasi Pemerintahan. Hasil seleksi selesai Perdes telah disampaikan.

 

Meski demikian, Sumanto memastikan Panitia Seleksi Calon Perdes Kebonromo sudah berlaku transparan dalam setiap proses tahapan seleksi.

 

Sumanto mengaku seleksi Perangkat Desa Kebonromo sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Transparan dalam setiap proses. Dalam hal ini, tim seleksi calon perangkat Desa Kebonromo hanya membutuhkan satu orang, sedangkan ada sebanyak 23 orang yang mendaftarkan diri.

 

Sumanto melanjutkan proses penilaian baik prestasi, dedikasi, ujian tertulis dan tes komputer dilakukan secara terbuka. Prosesnya pun telah disaksikan Forkopincam.

“Hasil sudah dikeluarkan, bahkan sudah ada rekomendasi dari kecamatan untuk dilantik,” katanya.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Ingatkan Tidak Ada Toleransi Bagi Yang Selewengkan Anggaran Negara

 

“Ketika ada aduan keberatan mestinya harus disertai bukti-bukti yang jelas karena keberatan itu bersifat subjektif. Saya tidak tahu SOP dari LPPM dalam mengeluarkan hasil ujian. Kecamatan mendapatkan tembusan atas nilai hasil ujian calon perdes dari LPPM. Kami memastikan nilai yang diumumkan di desa itu sudah sesuai dengan nilai hasil ujian yang diberikan LPPM berdasarkan pembobotannya,” jelas Sumanto.

 

“Selebaran misterius tersebut dinilainya sebagai ekspresi kekecewakan yang wajar. Sumanto mengaku pihaknya tentu tidak bisa memuaskan seluruh peserta seleksi” pungkasnya.

Pemuda Kebonromo datangi Balai Desa

Tiba-tiba saat acara usai datang sekelompok pemuda yang di pimpin tokoh masyarakat membawa tulisan layaknya aksi demo.

 

 

Dari pantauan awak media ternyata pemuda tersebut dari Desa Kebonromo sendiri dengan membawa berbagai macam tulisan diantaranya “Maju Terus Lurahku…. Ojo Kendur Lanjutkan”, “Warga Kebonromo mengecam….Kayak Kaleng2”, “SURAT KALENG = BANCI”, “Yen kowe Lanang TENAN, Ojo mung Surat – MISTERIUS” .

 

Dari informasi yang disampaikan oleh Parno salah satu tokoh tersebut menyampaikan “Kalau adanya surat kaleng yang sempat tersebar di Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen hanya membuat masyarakat resah dan hanya memperkeruh suasana di desa dan hanya akan memecah belah warga” ucap Warga Desa Kebonromo.

BACA JUGA :  Tak Ada Penambahan Kasus COVID-19 Pada Lima Provinsi

 

“Kami tetap akan kawal, demi kelangsungan Pemerintahan Desa Kebonromo jangan sampai ada yang mencoba mengganggu ketertiban dan ketentraman Desa kebonromo” tutupnya.

Setelah sampaikan aspirasinya sekelompok pemuda tersebut membubarkan diri dengan tertib. (Red)

1

Komentar

Tinggalkan Balasan